Antara Nasabah Dan Bank

Sengketa perbankan kerap terjadi antara nasabah dan bank. Kasus pinjaman, seperti tunggakan kartu kredit yang terus membengkak sementara nasabah makin tak mampu bayar, merupakan salah satu kasus terbanyak dalam sengketa ini.

Lalu bagaimana mengatasinya?

Ketua Tim Mediasi Perbankan Bank Indonesia Sondang Marth Samosir mengatakan, perlu beberapa trik agar sengketa perbankan tak perlu terjadi. Beberapa di antaranya, nasabah harus mengetaui 3P. "Pastikan manfaatnya, pahami risikonya, dan perhatikan biayanya," kata dia dalam percakapan pesan singkat dengan media, Jumat 5 April 2012.

Dia mengatakan, agar permasalahan sengeka tidak berlarut-larut, apabila terdapat masalah dengan bank segera adukan kepada bank yang bersangkutan agar bank dapat mengupayakan penyelesaian pengaduan.

"Tips untuk nasabah terlilit utang karena memiliki terlalu banyak kartu kredit dan tidak dapat mengendalikan penggunaannya, maka nasabah harus memperhitungkan sejak dini kemampuan keuangan sebelum mengajukan aplikasi kredit," kata Sondang.

Sondang menegaskan, para nasabah harus kenali seluruh risiko alat pembayaran yang dimiliki, antara lain risiko berdasarkan jenis kartu, limit transaksi, sistem notifikasi atau peringatan atas transaksi menggunakan alat pembayaran tersebut. Jagalah kartu-kartu yang terkait dengan keuangan sebaik mungkin. Jangan sampai tercecer, hilang, dan berada di luar pengawasan. Segera melapor ketika menyadari kehilangan kartu, dan simpan selalu nomor call center bank.

Nasabah harus waspada menyerahkan kartu kreditnya ke pihak lain yang mengaku sebagai pihak bank, dengan alasan untuk penggantian kartu atau iming-iming upgrade limit, sehingga kemudian dimanfaatkan untuk transaksi pihak lain.

Berikut ini adalah beragam tips untuk menghindari sengketa perbankan:
1. Jangan mudah percaya dengan pihak yang mengaku dari bank. Lakukan konfirmasi dengan menghubungi bank kembali apabila nasabah dihubungi oleh bank. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming yang diberikan pihak lain yang belum kita kenal baik.

2. Kartu terperangkap pada mesin ATM dan nasabah diperdaya sehingga memberikan nomor PIN kartu ATM kepada pihak lain. Hati-hati juga dengan penipuan call center palsu yang terpasang pada stiker yang direkatkan di area mesin ATM.

3. Hindari menerima tawaran dari nasabah lain yang menawarkan bantuan untuk menghubungi call center melalui handphone, sehingga kemudian terdapat transaksi menggunakan kartu ATM dan nomor PIN yang benar.

0 Response to "Antara Nasabah Dan Bank"

Posting Komentar