Guru Dan Panitia Pelaksana Ujian Menggunakan Pakaian Adat

Ada yang unik dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA, SMK, dan setingkat di Majene, Sulawesi Barat, yang dimulai Senin (16/4/2012). Selain meningkatkan pengawasan dalam menjaga kemurnian pelaksanaan ujian nasional yang digelar serentak selama empat hari, para guru dan panitia pelaksana ujian diwajibkan menggunakan pakaian adat Mandar di sekolahnya.

Para tamu, pengawas ujian dari sekolah lain, termasuk para pejabat yang meninjau jalannya pelaksanaan ujian disambut dengan pelayanan yang ramah bak hotel menyambut para tamu mereka. Meski para peserta ujian tampak tegang dalam menjawab soal-soal ujian yang disuguhkan, adanya pelayanan yang ramah ini membuat suasana ketegangan menghadapi ujian sedikit lebih cair.

Di SMK Negeri 5 Majene misalnya para pejabat dan pengawas ujian tak hanya disambut ramah ala resepsionis hotel. Makanan dan minuman ringan yang disuguhkan pun dikemas dan ditata bak pesta adat. Setiap panitia dan guru di sekolah diwajibkan menggunakan pakaian adat Mandar, sedangkan kepala sekolahnya menggunakan pakaian jas lengkap.

Kepala SMK Negeri 5 Majene, Muhammad Thamrin menyebutkan suasana pelaksaaan ujian di sekolahnya sengaja dibuat lebih rileks dan suasana penyambutan yang lebih ramah. Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya membudayakan pakaian adat Mandar, juga ingin menciptakan kesan ujian yang lebih santai dan ceria.

Tahun ini terdapat 2.032 ribu siswa SMA,SMK,MA mengikuti ujian nasional (UN) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia pada hari pertama. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Majene, peserta UN tahun 2012 untuk tingkat SMA/MA sebanyak 1287 siswa.

Sedangkan untuk tingkat SMK sebanyak 1015 siswa. Ujian nasional untuk tingkat SMA, MA akan dilaksanakan selama empat hari berturut-turut. Sedangkan untuk UN SMK akan digelar selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu (18/4/2012) mendatang.

0 Response to "Guru Dan Panitia Pelaksana Ujian Menggunakan Pakaian Adat"

Posting Komentar