Heru Lelono

Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan PR, Heru Lelono, berpendapat, keluar atau tidaknya PKS dari koalisi hanya terpulang pada ada atau tidaknya nilai dan ukuran etika politik itu sendiri. Demokrasi ala elite politik saat ini memang unik, bahkan mungkin tidak bisa ditemukan dalam kamus politik yang ada. Mungkin hal itu yang melatarbelakangi pernyataan pihak yang mengatakan tidak dikenal kata koalisi atau oposisi dalam sistem presidensiil.

"Ini karena faktanya, tidak ada bedanya partai dalam koalisi dan yang oposisi, seperti pesta paripurna DPR beberapa saat lalu. Ketika Menkeu sedikit bersitegang karena mengatakan PKS tidak etis, saya pikir dialog itu sudah tidak relevan lagi karena batasan etis dan tidak, rasanya belum ada dalam perpolitikan elite saat ini," ungkap Heru Lelono, Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan PR, dalam pesan singkatnya, Rabu.

"Lha, wong kepala daerah saja ikut demo dikatakan konstitusional, tidak peduli etis atau tidak. Oleh karena keunikan bin ajaib itulah, jawaban saya, keluar atau tidaknya PKS dari koalisi, hanya terpulang ada-tidaknya nilai dan ukuran etika politik itu sendiri. Saya memang tertawa saat berpikir akan menjawab pertanyaan ini," kata Heru Lelono.

0 Response to "Heru Lelono"

Posting Komentar