PT Bank Negara Indonesia

PT Bank Negara Indonesia secara agresif akan menambah 1.500 mesin anjungan tunai mandiri (ATM) baru dalam tahun ini. Sehingga total ATM BNI akan menjadi 8.000 unit pada akhir tahun yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain membangun yang baru, BNI juga akan mengganti 500 ATM yang kini sudah tak layak pakai. "Jadi total akan kami keluarkan 2.000 ATM, termasuk penggantian yang sudah kadaluarsa," kata Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto di Jakarta, Kamis malam, 5 April 2012. Sayangnya Darmadi tidak menjelaskan rinci berapa anggaran yang disiapkan perusahaan untuk membangun jaringan ini.

Mengenai kredit pemilikan rumah (KPR), Darmadi mengatakan, perusahaan telah berhasil menyalurkan Rp1,8 triliun dalam kurun waktu tiga bulan pertama 2012. Pertumbuhan KPR tersebut didorong oleh rendahnya suku bunga yang ditetapkan perusahaan, yaitu 9 persen. "Bahkan kami memberikan bunga promo 7 persen," katanya.

Darmadi menjelaskan, saat ini total kredit KPR yang telah disalurkan BNI mencapai Rp19,8 triliun. Sepanjang 2011, BNI membukukan pertumbuhan laba bersih 42 persen dari Rp4,1 triliun pada 2010 menjadi Rp5,81 triliun. Kredit yang disalurkan tumbuh 20 persen, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) naik 19 persen.

BNI juga mencatat kualitas aset yang membaik terlihat dari kinerja kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang turun dari 1,1 persen menjadi 0,5 persen. Sedangkan NPL gross turun dari 4,3 persen menjadi 3,6 persen. Untuk beban operasional, BNI mencatat kenaikan 15 persen dari Rp9,94 triliun menjadi Rp11,13 triliun, dan beban penghapusan penyisihan aktiva produktif (PPAP) turun menjadi Rp2,42 triliun.

0 Response to "PT Bank Negara Indonesia"

Posting Komentar