serangan Jantung Bisa Datang Tiba-Tiba

Pasien harus memahami salah satu perubahaan yang akan dilakukan dokter untuk pertama kalinya pada penderita serangan jantung adalah evaluasi obat-obatan yang dikonsumsi pasien. Ini disebabkan belum ada satu obat yang bisa mengendalikan semua faktor risiko penyakit jantung sehingga pasien harus mengonsumsi banyak obat sekaligus.

"Makin banyak faktor risiko yang dimiliki, makin banyak obat yang diberikan dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan fungsi organ penting seperti ginjal dan hati," kata dr Dicky A Hanafy Sp JP (K) dari RS Bunda saat kampanye Living with Heart Disease di Jakarta, Selasa (24/2/2015). Pascaserangan jantung, pasien biasanya mengalami gejolak emosi yang naik turun karena berpikir memiliki penyakit ini sudah dekat kematian. Ini membuat pasien mengalami depresi panjang yang justru memperburuk kondisinya.

"Padahal memiliki penyakit jantung atau berisiko mengalami penyakit jantung bukan berarti tidak memiliki harapan. Cukup banyak yang berhasil survive dan tetap produktif," katanya. Ia menyatakan, penderita penyakit jantung yang berhasil survive harus mengubah gaya hidup yang bisa membuat penyakitnya bertambah berat atau kambuh.

"Makanan dan aktivitas fisik sangat penting diperhatikan pada penderita jantung, selain tetap menjaga mood tetap stabil, menghindari depresi yang bisa memperburuk kondisi. Bagi perokok, penderita penyakit jantung harus menghentikan kebiasaan itu. Penderita jantung harus tetap mengonsumsi obat-obtan untuk mengendalikan faktor risiko. "Perubahaan gaya hidup tidak akan mudah tanpa dukungan keluarha. Akan lebih baik jika keluarga penderita berkonsultasi pada dokter, ahli diet maupun dokter olahraga," katanya.

0 Response to "serangan Jantung Bisa Datang Tiba-Tiba"

Posting Komentar