Fredy Siswanto Menderita Stroke

Sebelum meninggal, Fredy Siswanto atau yang lebih dikenal dengan Fredy S menderita sakit stroke yang dialaminya sekitar 12 tahun. Selama saat itu, novelis legendaris ini sudah tidak menghasilkan karya apapun. Dia terus berjuang melawan stroke yang dideritanya.

"Orang juga heran, kok sampai kuat selama itu," tutur istri Fredy S, Sri Suyati saat ditemui media di kediamannya di Bintara, Bekasi Barat, Minggu (22/2) lalu.

Ada cerita unik saat Fredy S pertama kali menderita stroke. Saat itu, dia sedang kejar tayang membuat naskah sinetron Jelangkung yang ditayangkan oleh RCTI. Pulang dari lokasi syuting, Fredy S langsung lemas. Besoknya, badannya sudah mati separuh. Berikut wawancara selengkapnya:

Bagaimana awal Fredy S menderita stroke?

Syuting film di tv. Jadi dulu di tv lagi musimnya film horor. Tahun 2001 itu ada striping itu bapak sudah menjadi sutradara. Kalau gak salah judulnya Jelangkung. Habis bikin Jelangkung langsung sakit.

Jadi dia pulang sudah kling-kling. Pulang langsung, jam 6 sampai rumah, mandi, tidur jam 9 gak bisa bangun udah mati separuh itu. Langsung itu yang sebelah kanan. Tahun 2001 atau sekitar 2002-an lah.

Jadi saat pembuatan film itu dituntut untuk syuting malam. Jadi bapak sudah kebiasaan malam, tapi karena hawanya, makannya sembarangan, kecapean mungkin karena dia ikut ngedit. Soalnya kalau dieditin dia takut gak cocok, dia memang orangnya begitu. Makanya dia kurang tidur juga capek.

Langsung pas sakit ke rumah sakit. Keluar terus agak mendingan. Kita juga ke alternatif. Terus dia pengennya kerja. Dia dateng (ke lokasi suting) ' udah pak gak boleh', tapi bapak semangatnya tinggi. Habis itu semua karya berhenti stop di situ.

Ada percetakan di surabaya, sampai bapak berobat di Surabaya dibayarkan orang itu. Tapi bapak punya semangat kerja, padahal pembuluh darahnya sudah pecah. Sudah ada flek, sudah mengganggu saraf-saraf di kepala. Yang pecah langsung dua. Kita langsung bawa ke RSCM.

Jadi sudah sering bolak balik dibawa ke rumah sakit?

Tapi sempet juga jatuh lagi, ke rumah sakit lagi. Dioperasi. 2002 berhenti bekerja. Stroke itu buat bapak bibir tertarik, soalnya stroke-nya makan di kanan. Kalau sarapan susahkan. Tapi dia masih mau jatuh-jatuh, ke sana ke sini. Pernah jatuh bangun lagi bisa, pakai tongkat dia.

Katanya sakitnya bapak juga karena hawa negatif dari lukisan-lukisan karya Fredy S yang dipajang di rumah?

Jadi pas terakhir sakit itu, ada masukan dari beberapa yang kita kenal dateng ke sini. Bilang 'pak lukisan ini membawa hawa negatif ke bapak. Diturun-turunin aja lukisannya, atau disimpen aja'. Ya udah kita turunin dibawa juga gak ada efek apa-apa. Sama aja. Kalau menurut keyakinan saya, hidup mati di tangan Allah. Kalau memang sudah jatuh tempo ya sudah. Kalau sudah sakit stroke itu kan bisa menghapus dosanya sebagian di dunia.

Jadi akhirnya diturunin lukisannya?

Akhirnya semua lukisannya diturunin, katanya ada penunggunya. Di atas rumah juga ada penunggunya. Kita percaya gak percaya ya, karena di atas memang sudah tidak ada penunggunya hampir 10 tahun kosong. Terus katanya lukisan hewan atau manusiakan gak boleh.

0 Response to "Fredy Siswanto Menderita Stroke"

Posting Komentar