Jangan Pasrah Soal Kesehatan, Kurang Baik

Percaya adanya keajaiban dan memasrahkan diri kepada Tuhan memang dapat membuat seseorang jauh dari stres.

Namun, bila seseorang terlalu pasrah soal kesehatan, ini yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Sebuah studi baru menemukan, orang-orang yang menyerahkan sepenuhnya kesehatan mereka di tangan Tuhan, kurang mungkin untuk mencari pengobatan atau melakukan pola hidup sehat untuk bisa mencegah atau menyembuhkan penyakit.

Contohnya kebiasaan merokok, bila seseorang menganggap kematian atau kanker ada di tangan Tuhan dan bukan karena rokok, maka orang tersebut menjadi lebih mungkin untuk terkena kanker atau kematian dini akibat pola hidup yang tak sehat.

Para ilmuwan menulis dalam Journal of Behavioral Medicine, kepercayaan adanya keajaiban Tuhan dalam hidup memang terkait dengan kepuasan hidup yang lebih besar.

Itu sebabnya, kegiatan seperti berdoa dan membaca kitab suci, sangat terkait dengan pengurangan stres dan masalah kesehatan kronis, sekaligus memberikan harapan dan optimisme untuk masa depan.

Namun, bila seseorang memasrahkan kesehatannya kepada sang pencipta tanpa melakukan usaha untuk sehat, maka hal ini justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan dari University of Michigan menganalisa hubungan kepasrahan dengan kesehatan dari 2.948 peserta.

Ilmuwan mendapati, peserta yang membiarkan Tuhan memutuskan kesehatan mereka, seperti memutuskan untuk tak berobat saat terkena kanker, kepercayaan itu tidak berakhir dengan baik karena semakin buruknya kesehatan yang didapat peserta.

Ilmuwan merekomendasikan, menemukan keseimbangan antara kepasrahan dan usaha untuk sehat dapat membuat seseorang jauh lebih sehat dan menikmati hidup.

Mereka juga mengatakan, bila seseorang menganggap tubuh adalah karunia Tuhan, maka menjadi lebih aktif dalam menjaga kesehatan seharusnya dipandang sebagai salah satu bentuk syukur kepada Tuhan.

0 Response to "Jangan Pasrah Soal Kesehatan, Kurang Baik"

Posting Komentar