Senin, 2009 Juni 29

Nelayan dan keluarganya Di Suatu Hari Yang Mendung dan Menghujan


Suatu sore dengan awan menggelap di langit, nelayan berperahu menjala ikan. Satu dua ekor ikan didapat, ditempatkan dalam ember hitam pekat. Di rumah si nelayan, sang istri dengan 3 bocah kurus sedang menunggu si nelayan pulang dengan setia. Tidak lupa sang ibu dan 3 anaknya itu berdoa agar si nelayan selamat dan membawa pulang ikan. Di meja kayu yang mulai melapuk dan pinggirannya sudah penuh guratan, kangkung rebus dan sambal tiga (disebut sambal tiga karena terbuat dari 3 bahan, cabe, garam dan sedikit terasi) sudah siap.

Langit mendung sudah menggayut, si nelayan hatinya lunglai. Mendung ini pertanda aku harus segera pulang, desisnya. Sekilas ia tatap ember hitamnya, 2 ekor ikan sembilang agak besar, 1 ekor ikan baung sepanjang lengan, 2 genggam ikan seluang, dan 3 ekor udang sungai yang juga agak kecil. Apa boleh buat, menjala ikan tak lagi dapat dijalankan, langit mulai meneteskan rintiknya. Iapun bergegas pulang. Di tengah sungai beberapa tangan melambai meminta tumpangan.

Di tepian sungai saat perahu merapat, seorang laki-laki bertopi dan berkalung akar bahar menemuinya. Ikan sembilang, ikan baung berpindah tangan ke lelaki bertopi itu. Sang nelayan menerima 2 lembar lima ribuan, dan beberapa lembar uang ribuan. Hujan mulai deras, sang nelayan berlari sambil menenteng embernya. Di ember yang ditetesi air hujan itu, masih terdapat 2 genggam ikan seluang dan 3 ekor udang kecil tadi.

Hujan makin menderu. Tiba di rumah sang nelayan disambut sang istri dengan senyuman, 3 bocah berhamburan memeluk si nelayan sambil berteriak " Bapak pulang...!". Istri sang nelayan segera menerima ember berisi seluang dan udang itu sambil berujar pelan, "Alhamdulillah, kita masih beroleh lauk ikan malam ini...". Dan masih bisa membeli 2 kilo beras untuk besok, sekerat sabun mandi, juga setengah liter minyak goreng, ujarnya lagi, yang ini cuma ia ucapkan dalam hati.

Malam itu kebahagiaan kecil nan sederhana tetap terjadi di rumah kecil di tepian anak sungai Musi. Di luar rumah
si nelayan, hujan makin menderu-deru meningkahi gelak tawa mereka. Betapa rasa bahagia yang sederhana ini mudah sekali tercipta pada insan-insan kecil itu, nelayan dan keluarganya ini.


Rabu, 2009 Juni 17

Pergi Ke Pasar Bawah Pekanbaru

Pasar Bawah Wisata Belanja Pekanbaru, hal inilah yang telah melekat pada Pasar Bawah di Kota pekanbaru. Mengapa tidak hal Pasar Bawah Wisata Belanja Pekanbaru di sematkan ke Pasar Bawah ini, karena di Pasar Bawah ini anda bisa mendapatkan yang tidak bisa anda dapatkan di pasar lainnya. Pasar Bawah adalah pasar yang unik dan mengasikkan, selain murah juga berkualitas, di Pasar Bawah Pekanbaru ini banyak terdapat barang dari luar negeri yang berkualitas di kual murah, apalagi pasar bawah ini berada di dekat pelabuhan. untuk mengetahui cerita lebih lanjut silakan klik Wisata Riau

Jumat, 2009 Juni 05

Kembang Jambu Jatuh Ke Tanah..........


Kembang jambu jatuh ke tanah..........
Yai sedang merokok nipah di sudut garang rumah panggung tua.
Nyai sedang terbungkuk menanam padi di sawah.
Seorang anak kecil yang sedang liburan sekolah memperhatikan kembang jambu jatuh ke tanah.

Kembang jambu jatuh ke tanah..........
Yai tetap merokok di garang sambil menyesali penyakitnya, tatapannya tak lari dari nyai yang sedang di sawah.
Nyai masih membungkuk di sawah, sambil teringat ia harus cepat pulang untuk memasak di rumah.
Si anak kecil sudah naik ke garang meminta sang Yai bercerita tentang kisah si Pahit Lidah.

Kembang jambu jatuh ke tanah..........
Yai terperangah saat melihat betapa cantiknya nyai menunju rumah dengan helaian sari kembang jambu jatuh menimpa wajah bulatnya.
Nyai tersenyum pada yai, senyumnya indah dan ikhlas membuat yai menangis lagi di dalam dada.
Si anak kecil tertawa lepas, tawa lugu memandang yai dan nyainya saling tersenyum.

Kembang jambu jatuh ke tanah..........
Yai melepaskan rokoknya demi mendengarkan panggilan nyai, makan siang sudah tiba.
Nyai sudah menanti di dalam rumah dengan hidangan yang sudah siap tergelar di tikar pandan.
Si anak kecil kembali dengan ceria lugunya lebih dulu menyendok nasi ke pinggan.

Kembang jambu jatuh ke tanah..........
Yai, nyai dan si anak kecil makan siang dengan lahapnya, sementara paman dan bibi sedang asyik bekerja dan bersekolah di kota. Kisah ini tak hapus di benak sang anak kecil sampai saat ini, saat kembang jambu itu masih terus jatuh ke tanah. Ingatan kepada betapa Yai dan nyai saling mencinta, saling menghormati dan saling berkorban begitu kuat. Air matanya menetes dan kembang jambu itu juga mengiringi dengan jatuh ke tanah...........


Sedikit keterangan :
  • Yai, Kakek, dalam bahasa beberapa daerah di Sumatera Selatan
  • Nyai, Nenek dalam bahasa beberapa daerah di Sumatera Selatan
  • Garang, Sebutan untuk beranda rumah panggung di Sumatera Selatan
  • Si Pahit Lidah, Legenda masyarakat Sumatera Selatan, lebih lengkap klik disini
  • Gambar, diambil dari www.bloggaul.com

Minggu, 2009 Mei 31

Manohara Pulang

Akhirnya, manohara kembali ke Indonesaia, si cantik Manohara bebas, kedatangannya di sambut gebira oleh keluarga. Manohara kebali ke Indonesia menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan DA 738 dari Singapura, pesawat yang membawa Manohara landing di Soekarno-Hatta pada pukul 07.48, Minggu (31/5). Senang rasanya Manohara kembali ke indonesia


Manohara terus menlemparkan senyum pada para wartawan yang meliput pada hari minggu ketika turun dari pesawat dan di sambut oleh keluarga dengan tangis bahagia..manohara telah kembali kepangkuan ibu pertiwi manohara. untuk info lebih lanjut tentang manohara kembali ke indonesia silahkan anda lihat acara eklusifnya besok pada hari senin,01,09 jam 9.00 wib di global tv

Sabtu, 2009 Mei 30

Puluhan Wartawan Siantar-Simalungun Unjuk Rasa, Tolak Kekerasan Pers

Puluhan wartawan, pekerja pers bersama beberapa LSM menamakandiri aliansi jurnalistik anti kekerasan terhadap pers Siantar-Simalungun menggelar unjuk rasa ke Mapolresta,Balaikota dan gedung DPRD P P.Siantar, Jumat (29/9) sebagai bentuk protes terhadap oknum yang coba mencederai kebebasan pers.

Liputan Analisa, massa yang mengusung sehelai spanduk dan 11 poster itu mengambil start/titik kumpul di kantor media lokal Siantar 24 Jam di Jalan Sriwijaya kota berahawa sejuk itu.Dengan jalan kaki menuju Mapolresta di Jalan Patuan Nagari, Parluasan.

Massa aliansi kuli tinta itupun diterima Kabag Ops Kompol Johannes Pinem. Setelah menyampaikan aspirasi massa bergerak menuju Balikota P.Siantar di jalan Merdeka secara konvoi mengendarai sepeda motor.

Mereka diterima Asisten I Drs Jhonson Simanjuntak dengan pengawalan puluhan petugas Satpol PP. Selanjutnya massa memindahkan aksinya ke gedung dewan yang bersebelahan kantor balaikota. Tampaknya para wakil rakyat itu menyambut para kuli tita itu denagan penuh perhatian.

Hal itu terlihat dari kehadiran mereka yang begitu lengkap. Ketiga pimpinan hadir (ketua/wakil) Lingga Napitupulu,Syirwan Hazly Nasution,Ir Saut H Simanjuntak,Ketua komisi I,II,III,IV Zainal Purba,Janter Aruan, SH, Jujur Sirait,Maruli H Silitonga,Julian Marthin, Yusran Lubis,Jonni Siregar, Aroni Zendrato.

Massa aliansi jurnalis anti kekerasan menyampaikan aspirasi dengan cara berorasi secara bergantian antaranya, Tigor Munthe,Syamsudin Harahap,Andy Siahaan, Hermanto Sipayung, Gunawan Purba.

Dalam orasi disebutkan, beberapa ahari lalu,Selasa (26/5) sekelompok pemuda mengganggu kenyamanan dan ketenteraman para awak surat kabar Metro 24 Jam di Jalan Sriwijaya. Para oknum jagoan tersebut yang diyakini sebagai suruhan penguasa coba mengancam para kru koran lokal itu. Tindakan brutal ala preman tersebut merupakan bentuk-bentuk pemberangusan kebebasan pers dalam berekspresi untuk menyajikan informasi akurat yang sangat dibutuhkan pembaca.

Mitra Pemerintah

Padahal insan pers merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan. Jadi pers bukanlah suatu momok,virus atau musuh yang menakutkan sehinga harus dikebiri. Kalaupun ada oknum wartawan yang menyajikan pemeberitaaan yang dinilai keliru atau tidak akurat maka pemerintah, masyarakat yang merasa dirugikan dapat menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU pokok pers No.40 tahun 1999 dan kode etik jurnalistik (KEJ).Jadi semua ada aturan mainnya.

Tigor Munthe menambahkan, sebulan terakhir saja telah terjadi beberapa kali upaya penjatuhan keredibilitas dan upaya pengebirian apers di kota pintu gerbang daerah tujuan wisata,Parapat itu. Beberapa wartawan yang mendapatkan tindakan yang merugikan profesi jurnalis, Andi Siahaan,S Manullang, Freddy Siahaan aa dan terakhir akantor Metro 24 jam. Terkait kasus pelanggaran itu setidaknya 5 pengaduan ke Polresta P.Siantar.

Oleh karena itu aliansi jurnalistik anti kekerasan terhadap pers mendesak aparat kepolisian (Polresta) P.Siantar agar concer mengusut tuntas pengaduan wartawan. Memberikan perlindungan dan kenyamanan kepaada pekerja/penguasaha pers adalam menjalankan profesinya.

Sedang kepada awalikota disebutkan,bahwa pers merupakan mitra keraja karena perlu diayomi adan dibina. Kepada dewan diminta agar melakukan presure atau tekanan politik terhadap instansi terkait sehingga para jurnalis bebas berekspresi dalam menjalankan tugas keseharian.

Kabag Ops Polresta P. Siantar Kompol Johannes Pinem,Asisten I Pemko P. Siantar Drs Jhonson Simanjuntak secara terpisah menyatakan, menampung aspirasi para pawratan untuk disampaikan kepada pimpinan. Kemitraan yang telah terbangun baik selama ini hendaknya tetap terpelihara.Berbagai hal disampaikan merupakan masukan berharga sehingga ke depan hubungan dengan pers lebih dipahami.

Hal senada juga diasampaikan Ketua DPRD Liangaga Napitupulu, BcEng yang juga mengaku cukup prihatin terhadap nasib pers yang mendapat perlakuan tak pada tempatnya.Namun diyakini keadilan dan kebenaran tidak pernah kalah karenanya tetaplah melakoni profesi untuk menjalankan amanah demokrasi. Massapun membubarkan diri.

Source :
Harian Analisa

Jumat, 2009 Mei 29

Informasi Wisata Riau

Wisata Riau tak kalah saing dengan wisata di daerah lainnya di Nusantara ini. berbagai macam wisata Riau. Katanya di bali ada Ngaben yang heboh.. bakar mayat.. di Riau ada Bakar Tongkang Wisata Rohil yang lebih heboh, kalau ngaben cuma bakar mayat, bakar Tongkang Wisata Rohil ini bakar kapal beserta isinya lho.. mana yg lebih menarik menurut anda. Wisata pantai juga ada di Riau, seperti Pulau jemur Wisata Rokan hilir, pokoknya Wisata Riau seru deh.... apa lagi dalam waktu dekat ini, even internasional Pacu Jalur Kuansing akan di gelar pada bulan agustus, yang ini jangan sampai anda lewatkan lho.... Hmm.. apa lagi ya??? masi banyak lagi yang lainnya... di Kota Pekanbaru ibu koya provinsi Riau juga banyak tempat kunjungan menarik, bagi anda yang hobi memancing ada Taman Pancing Alam Mayang yang juga bisa dijadikan taman Bermain Keluarga.

nah... jadi tunggu apalagi.... mari berkunjung ke Riau, informasi wisata riau bisa anda klik --> wisata riau

Sabtu, 2009 Mei 09

CRYSIS, CRYSIS & CRYSIS OH MY POOR CITY


Ketika Kemajuan yang didamba menjadi kemunduran, apalah arti sebuah perubahan. Perubahan ternyata malah kearah kemunduran. Memang berubah tapi ternyata perubahan yang berbalik perubahan yang terlihat megah hanyalah sekedar kamoflase yang penuh kebobrokan. oh Malangnya nasib kota ini.

Bengkulu kini, (sampai detik tulisan ini dibuat) ternyata semakin berubah menjadi Kota Bengkulu yang full of crysis.

Mungkin pembaca mau tahu kenapa aku menulis postingan macam ini. Alasannya sederhana tapi sungguh menjengkelkan bagiku. Bagaimana tidak, dari hari kehari ternyata kota ini semakin mengalami krisis di berbagai bidang. contoh sederhana dari mulai kekurangan air bersih akibat pasokan air PAM yang sudah hampir seminggu ini di wilayah Sawah Lebar dan sekitarnya yang tidak mengalir bahkan di sukamerindu di rumah kakakku air dari PDAM telah berbulan-bulan sulit mengalir hal ini sangat memaksaku benar-benar kerepotan karena kurangnya air bersih krisis air ini juga diperparah dengan aliran listrik yang selalu mati hampir setiap hari. Benar-benar membuatku sangat kecewa pada kinerja PLN di sini apa mungkin akan seperti PLN di Bengkulu Selatan khusunya Kota Manna yang sudah terbukti amat jarang hidupnya daripada matinya? Padahal kita ketahui bersama bahwa Listrik dan air ini merupakan kebutuhan yang mendasar dewasa ini, bukan itu saja yang merepotkan kadang-kadang aliran listriknya hidup tapi tegangannya melorot hingga dibawah ambang batas, tentu saja hal ini membuat banyak peralatan elektronik menjadi rusak. Terutama aku yang hampir tiap hari tak pernah lepas dengan benda kesayanganku " komputer 'PC' ku" sehingga kerjaan ku yang berhubungan dengan ketik mengetik dan cetak mencetak menjadi amburadul tak tentu arah.

Di lain pihak fasilitas umum seperti jalan dan jembatan dari hari kehari bukannya semakin baik tapi tambah parah. lihat saja jalan-jalan yang ada di kota Bengkulu ini rata-rata kerusakkannya amat sangat parah dan tidak sebanding dengan perbaikan jalan yang menurutku sebatas tambal sulam sebagai contoh jalan Sawah Lebar hingga simpang Panorama menurutku adalah jalan yang amat sangat parah kerusakkannya terutama depan Bank Safir Bengkulu, kerusakan ini ternyata bukan hanya karena kualitas jalan atau aspalnya saja yang jelek melainkan memang diperparah dengan kendaraan yang melewatinya yang beratnya di luar ambang batas tonase jalan itu sendiri. Akibat dari jalan yang buruk ini sudah barang tentu adalah kecelakaan bagi pengguna jalan itu sendiri, seperti beberapa hari terakhir banyak sekali kendaraan terguling ketika hujan turun, dan banyak seklai kendaraan roda dua yang masuk ke dalam lobang seperti halnya yang pernah aku alami di tahun 2008 yang lalu ketika kendaraanku terperosok ke dalam lobang jalan yang ada di dekat Simpang Bandar Raya-Rawa Makmur hingga terpaksa aku tak dapat beraktifitas untuk sekian waktu karena tulang bahu ku mengalamai cedera. Perlukah korban-korban lainnya berjatuhan? lalu ke mana anggaran perbaikan jalan yang ada? Aku tak tahu yang jelas bagiku pembangunan itu bukan sekadar membangun Ruko, bukan sekadar membangun jogging track atau sebatas mempercantik pesisir pantai atau bukan juga sekedar mengganti nama kota dari Bengkulu menjadi Bencoolen tapi bagiku pembangunan adalah juga memperbaiki sarana dan prasarana yang langsung berhubungan dengan kepentingan rakyat kecil seperti aku ini.
This pict- property of http://fadliraifa81.blogspot.com/
Sesungguhnya bukan aku ingin menjelek-jelekkan kota dimana aku tinggal tapi ini murni ungkapan perasaan seorang rakyat kecil macam aku yang melihat dari kacamata seorang rakyat kecil. Ternyata bengkulu benar-benar berubah.

Jumat, 2009 Mei 08

Pandangan Tentang Wacana Pembentukan Kecamatan Sentajo Raya

Sebuah isi pemekaran kecamatan di kuansing telah merebak sebelum pemilu legislatif lalu, sewaktu pemilu isi itu tenggelam, namun ketika pemilu legislatif usai, isu itu kembali mengudara. ini lah pandangan pribadi saya. mohon masukan dari kawan-kawan blogger sebangsa dan setanah air.

Melihat sisi positif pemekaran daerah adalah untuk menyelesaikan masalah ketertinggalan suatu daerah. Hanya yang pasti, dengan pemekaran daerah mempunyai peluang untuk lebih diperhatikan dan keluar dari ketertinggalan. Bagaimana tidak, dengan menjadi daerah otonom maka pelayanan masyarakat menjadi lebih dekat dan memiliki anggaran yang dikelola sendiri yang dapat digunakan untuk membangun wilayah tersebut. Sewaktu bergabung dengan daerah induk, boleh jadi alokasi anggaran ke wilayah tersebut sangat kecil.

PP 129 Tahun 2000 menyebutkan bahwa pembentukan, pemekaran, penghapusan dan penggabungan Daerah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui:
1. peningkatan pelayanan kepada masyarakat
2. percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi
3. percepatan pelaksanaan pembangunan perekonomian daerah
4. percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban
5. peningkatan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.

Secara pribadi saya mendukung adanya pemekaran daerah berdasarkan dampak positifnya. Namun terlepas dari itu, saya rasa kita juga harus melihat faktor luasnya jangkauan wilayah administrasi dari segi geografis dan jumlah penduduk. Paling tidak, pemekaran daerah dapat meningkatkan pelayanan masyarakat, dan pelayanan ini sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduknya. Serta pertimbangan lain seperti sumber daya alam, potensi yang dimiliki serta kultur masyarakat.

Belakangan ini merebak isu akan dimekarkannya beberapa kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Beberapa daerah yang jauh dari jangkauan layanan public akan dimekarkan menjadi kecamatan baru. Namun yang paling heboh dibincangkan saat ini adalah pembentukan Kecamatan Sentajo Raya.

Sentajo adalah sebuah kenegerian di Kabupaten Kuantan Singingi, Sentajo saat ini tergabung dengan kecamatan Kuantan Tengah beribu kota Teluk Kuantan, tak asing lagi Kota Teluk Kuantan juga Ibu Kota Kabupaten Kuantan Singingi. Melihat dampak positif pemekaran daerah dan korelasinya dengan pembentukan Kecamatan Sentajo Raya anda bisa menilainya sendiri.

Ketika melihat bahwa Kenegerian Sentajo sangat dekat dalam jangkauan layanan publik, malahan berada dalam wilayah ibu kota kabupaten kuantan singingi. Akses untuk menuju pusat pemerintahan sangat dekat, sehingga layanan masyarakat tidak terhalang oleh keadaan biografis karena kenegerian sentajo terlatak disepanjang jalan lintas kabupaten.

Apalagi jumlah desa di kenegerian Sentajo tidak sampai 10 desa yang disyaratkan dalam pembentukan kecamatan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2008 tentang kecamatan yang diundangkan pemerintah. Hal inilah yang membuat heboh pembentukan kecamatan sentajo raya ini. Karena tim pembentukan kecamatan sentajo raya, berupaya untuk menambah jumlah desa genap menjadi sepuluh desa “mengambil” beberapa buah desa yang berada di Kecamatan Benai yang berada disebelah hilir kenegerian sentajo.

Harus kita ketahui dalam pembentukan kecamatan baru, salah satu factor penting yang mendukung pembentukan kecamatan itu adalah sosio culturalnya. Kecamatan Benai pada awalnya adalah gabungan beberapa kenegerian yang sosio culturalnya mirip. Ketika Kenegerian Sentajo dalam pembentukan Kecamatan Sentajo Raya menggandeng beberapa buah desa di Kecamatan Benai dikhawatirkan akan terjadi konflik, karena ada perbedaan sosio cultural antara Kenegerian Sentajo dan Kenegerian Benai.
Terlepas dari itu semua. Setelah anda mebaca keterangan tentang dampak positif pemekaran daerah diatas. Apakah Kenegerian Sentajo ini layak untuk menjadi kecamatan? Semua itu terkait dengan kebijakan eksekutif pemerintah kabupaten kuantan singingi yang dipimpin oleh H. Sukarmis putra jati kenegerian sentajo.
Yang saya pertanyakan, mengapa harus kenegerian sentajo? Bahkan daerah lain di kabupaten kuantan singingi masih banyak yang tertinggal dan layak untuk dimekarkan, supaya mendapatkan layanan public yang lebih dekat dan terkangkau dan sesuai dengan criteria layaknya suatu daerah itu dimekarkan

Yang perlu diperhatikan untuk pemekaran kecamatan:


Pertama, perlunya sosialisasi yang luas kepada masyarakat tentang rencana pemekaran wilayah yang akan dilakukan oleh Pemkab, sehingga program ini dipahami dengan baik dan mendapat dukungan yang kuat dari masyarakat.

Kedua, perlunya dipersiapkan dengan baik perangkat yang dibutuhkan dalam pembentukan kecamatan baru seperti sumberdaya manusia (SDM) pegawai serta sarana dan prasarana kantor.

Ketiga, perlunya Pemkab melakukan koordinasi dengan institusi vertikal seperti kepolisian dan Departemen Agama untuk mempersiapkan kebutuhan pembangunan kantor kepolisian (Polsek) dan KUA di kecamatan-kecamatan baru.

Keempat, proses pemekaran kecamatan perlu dilakukan secara bertahap disesuaikan kemampuan daerah, sehingga tidak mengganggu proses pelayanan publik dan penyelenggaraan pembangunan.

Kelima, perlu pengajian yang mendalam dan seksama dalam pembagian wilayah kecamatan lama dan baru sehingga hasil pemekaran kecamatan betul-betul mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan bukan sebaliknya. (dari berbagai sumber)

Selasa, 2009 Mei 05

Dukungan Kontes Wisata Seo Sadau

Wisata Seo Sadau adalah sebuah ajang kontes seo untuk memperkenalkan wisata kota tarakan yang diadakan oleh Komunitas Blogger Tarakan, disponsori oleh http://bisnis5online.blogspot.com/ dan http://www.infokerjakaltim.com/. dengan semangat memperkenalkan wisata daerah maka lahirlah kontes Wisata Seo Sadau. karena kota tarakan memang kaya kan keindahan alamnya, terutama keindahan alam lautnya. semoga kontes wisata seo sadau ini berhasil memperkenalkan wisata kota tarakan secara global. serta wisata riau akan menyusul untuk kontes berikutnya

Senin, 2009 Mei 04

10 Negara 'Musuh' Blogger

Tidak semua negara membebaskan rakyatnya menjadi blogger. Setidaknya ada 10 negara yang 'memusuhi' blogger. Hal ini terungkap dari daftar yang dibuat Committee to Protect Journalists yang berbasis di New York.

Pengawasan yang ketat, pemblokiran terhadap internet selama satu periode, serta perlakuan buruk terhadap para blogger terutama saat membludaknya informasi pada September 2007, mendudukkan Burma pada posisi pertama daftar tersebut.

Negara ke-2 yang menjadi 'momok' bagi para blogger adalah Iran. Di negara ini, seorang blogger muda ditahan atas tuduhan penghinaan terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Sebuah blog yang ia buat, akhirnya menuntunnya pada kematian. Bulan lalu, blogger bernama Omid Mir Sayafiini ditemukan tewas dalam sel penjaranya.

Syria menempati urutan ketiga dalam daftar, di mana para pemilik warnet harus melaporkan setiap pelanggannya.

Penahanan 21 blogger membawa Cuba di urutan ke-4. Kemudian disusul Saudi Arabia yang rajin memblokir situs.

Daftar tersebut juga diramaikan oleh Vietnam, Tunisia dan China yang memberlakukan kontrol ketat terhadap dunia maya.

Turkmenistan juga masuk dalam daftar tersebut karena saat warnet pertama di negara tersebut berdiri, warnet tersebut dijaga ketat oleh tentara.

Daftar negara yang memusuhi para blogger ditutup oleh Mesir di mana lebih dari 100 blogger ditawan di sana.

Kendati banyak ancaman yang harus dihadapi blogger jika ingin bersuara, hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk terus nge-blog.

Dikutip dari Guardian, budaya nge-blog di negara-negara di atas justru kian menunjukkan peningkatan.

Berikut daftar 10 negara 'musuh' para blogger tersebut:

1. Burma
2. Iran
3. Syria
4. Cuba
5. Saudi Arabia
6. Vietnam
7. Tunisia
8. China
9. Turkmenistan
10. Mesir

Posting Blogger Sumatera